Kegiatan utama usaha ini adalah penggemukan domba.
Domba dibeli dan digemukkan kemudian dijual. Domba yang dibeli untuk digemukkan
adalah domba dengan kisaran bobot antara 13-15 kg/ekor. Masa penggemukan domba
berlangsung selama 2 bulan (60 hari) dengan kenaikan bobot domba antara 4 – 5
kg/bulan, dan pada saat penjualan bobot domba berkisar antara 21 – 25 kg/ekor. Masa
penggemukan domba dalam usaha ini relatif singkat karena bobot domba yang
diinginkan oleh calon pembeli yang sudah ada saat ini adalah kisaran antara 20
– 25 kg, apabila masa penggemukan lebih dari 2 bulan maka bobot domba akan
lebih dari 25 kg. Keuntungan dalam
usaha ini berasal dari kenaikan bobot/berat badan domba selama masa
penggemukan.
Lokasi usaha penggemukan domba ini berada di
belakang rumah no 47 Rt: 2/Rw: 2 Dusun Putuk Rejo, Desa Wilangan, Kec. Sambit,
Kab. Ponorogo, Jawa Timur. Luas
lahan usaha ini adalah 1,4 ha (14.280 m2) yang terbagi menjadi 2
lahan, yaitu lahan untuk kandang domba dan lahan yang ditanami rumput gajah
untuk pakan domba. Luas lahan untuk kandang domba adalah 700 m2 dengan
kapasitas 600 ekor, sedangkan luas lahan yang ditanami rumput gajah untuk pakan domba
adalah 13.580 m2.
Untuk tujuan penggemukan domba ini, kami menggunakan probiotik yang
dicampurkan ke dalam pakan domba untuk menambah nafsu makan domba tanpa
menimbulkan efek samping yang negatif. Bertambahnya nafsu makan domba terjadi
karena probiotik yang kami gunakan merupakan mikroorganisme yang membantu
mempercepat proses pencernaan dan penyerapan nutrisi dalam perut domba sehingga
proses konversi makanan menjadi daging juga berlangsung lebih cepat. Cepatnya
proses konversi makanan menjadi daging inilah yang menyebabkan meningkatnya nafsu makan domba,
karena setelah makanan dalam perut domba dikonversi menjadi daging maka domba
tersebut akan merasa lapar dan kemudian makan lagi sehingga jumlah pakan yang
dimakan domba lebih banyak dari jumlah normal. Dan karena jumlah pakan yang dimakan
lebih banyak dari jumlah normal, maka makanan yang dikonversi menjadi daging
juga menjadi lebih banyak, sehingga pertambahan bobot/berat badan domba
berlangsung lebih cepat.
Pakan utama domba dalam usaha penggemukan ini adalah rumput gajah
sedangkan pakan tambahannya adalah ampas tahu. Untuk menjamin ketersediaan
rumput gajah setiap saat, maka kami mengatur siklus pemotongan rumput gajah
dari lahan seluas 13.580 m2 tersebut dengan membaginya menjadi 40
bagian dengan luas tiap 1 bagian 339,5 m2, sehingga tiap hari
tersedia rumput gajah dari 1 bagian lahan seluas 339,5 m2. Saat ini,
tiap 1 m2 dari 1 bagian lahan seluas 339,5 m2 telah
menghasilkan rumput gajah sebanyak 8
kg/hari, dengan demikian saat ini telah tersedia 2.716 kg (339,5 x 8) rumput
gajah/hari.
Untuk menjaga kesuburan rumput gajah kami menggunakan pupuk kandang yang
berasal dari kotoran domba. Pada musim kemarau, pengairan untuk rumput gajah
dilakukan dengan memompa air dari sumur tanah sehingga musim kemarau tidak
mempengaruhi produksi rumput gajah sehingga ketersediaan rumput gajah tetap
terjamin. Sedangkan ketersediaan pakan tambahan berupa ampas tahu sudah
terjamin karena di samping kiri dan kanan lokasi usaha ini terdapat pabrik tahu
yang sanggup untuk menyediakan ampas tahu setiap hari.
Sebelum menyampaikan proposal kerjasama ini, kami telah mengadakan
penelitian selama 2 bulan terhadap 15 ekor domba yang dibagi menjadi 2
kelompok; kelompok yang diberi pakan rumput gajah dan ampas tahu tanpa campuran
probiotik dan kelompok yang diberi rumput gajah dan ampas tahu dengan campuran
probiotik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kenaikan bobot domba
dengan sumber pakan yang ketersediaannya sudah terjamin, adapun hasil
penelitian tersebut adalah sebagai berikut:
|
Domba yang diberi pakan rumput gajah dan ampas tahu tanpa campuran
probiotik
|
Domba yang diberi pakan rumput gajah dan ampas tahu dengan campuran
probiotik
|
|
Nafsu makan
biasa saja, terbukti dari adanya sisa makanan yang tidak dimakan
|
Nafsu makan
sangat besar, terbukti dari habisnya semua pakan yang diberikan tanpa sisa
|
|
Bagian batang
rumput gajah yang keras tidak dimakan
|
Bagian batang
rumput gajah yang keras habis dimakan
|
|
Jumlah rumput
gajah yang dikonsumsi
1,5 -2 kg/hari/ekor
|
Jumlah rumput
gajah yang dikonsumsi
3 - 4
kg/hari/ekor
|
|
Kenaikan bobot
berkisar antara 2 kg –
3 kg/bulan
|
Kenaikan bobot
berkisar antara
4kg – 5kg/bulan
|



